Kenapa Investasi?

Sejak dulu, saya (dan pastinya kita semua) sudah dibiasakan oleh orang tua untuk menabung. Mulanya dari menyisihkan sebagian uang jajan atau uang saweran dari sanak saudara saat lebaran dan menyimpannya di celengan, kemudian mulai diperkenalkan dengan tabungan di bank ketika sudah beranjak dewasa.

Hingga baru-baru ini, cuma itu bentuk perencanaan keuangan yang saya pahami. Menabunglah, dari sana nanti kamu bisa mendapatkan (baca: membeli) apa yang kamu inginkan.

Kemudian suatu hari, di tengah-tengah suatu perbincangan ngalor ngidul tanpa arah dengan seorang kawan, ndilalah topik investasi pun muncul. Kalo nggak salah, waktu itu dia tanya, “Gak tertarik buka reksadana, O?” Hah? Aku pun terperangah.

Terus terang, waktu itu image reksadana bagi saya agak negatif lantaran beberapa waktu sebelumnya marak diberitakan para pemilik reksadana kesulitan me-redeem reksadana yang sudah mereka miliki. Beresiko tinggi–gambaran itu yang tertanam dalam pikiran saya, dan alhasil bikin malas untuk mikirin (apalagi mengambil langkah-langkah) investasi.

Thanks to salah seorang kawan yang sudah lama berkecimpung dalam dunia perbankan dan keuangan, lambat laun pikiran saya mulai terbuka mengenai investasi. Apalagi sebagai orang muda (uhuk) nih yang masih dalam masa produktif dalam bekerja dan  berkarir, rasa-rasanya ada suatu moment dimana kita terlena dan merasa bahwa apa yang kita punyai/lakukan saat ini tidak akan berakhir. Penghasilan yang cukup berlebih dan pengaruh lingkungan sekitar bisa jadi membentuk gaya hidup kita. Diskon gede dan uang (yang seolah-olah) nganggur bikin kita lupa daratan sampe gak ingat hari depan (untuk tahu tips-tips mengontrol pengeluaran silakan klik mari memburu pengeluaran). Boro-boro investasi, nabung aja suka nggak dilakuin lagi. Yah, paling nggak itu yang pernah (kadang masih) terjadi pada saya 😀

Padahal (sebagai pegawai nih misalnya), umur 55-60 tahun kita sudah memasuki pensiun dan itu artinya kita sudah gak punya penghasilan lagi. Kita butuh rumah dan kendaraan, bagi yang punya anak dana pendidikan itu gak murah, makin tua berbagai penyakit mengintai kita, belum lagi kalau ada kondisi darurat entah kapan. Dan seterusnya dan seterusnya… Makin serem ya?

Oke, saya mulai ngelantur kemana-mana sampai ga jelas mau ngomong apa lagi ini. Intinya sih saya cuma pengen menyampaikan bahwa sebaiknya kita nggak lupa kalau roda kehidupan itu berjalan (*setel lagu Ebiet G. Ade*) dan kita hendaknya nggak lupa bahwa selain hari ini juga ada hari esok yang harus kita pikirkan. Sebaiknya (bagi yang belum) kita mulai memikirkan rencana jangka panjang dalam hidup kita. Bukan cuma apa saja yang ingin kita miliki atau kita capai, tapi juga sampai dengan langkah-langkah yang harus kita rencanakan/lakukan untuk mewujudkannya. Salah satunya, ya lewat investasi tentunya.

Langkah-langkah investasi apa sih yang kira-kira pas buat kamu? Apakah punya tabungan di bank tidak cukup? Apa saja manfaat dan risiko dari investasi? Pantengin terus blog ini yah… 🙂

@aghla

Iklan

4 thoughts on “Kenapa Investasi?

  1. nah, perlu banget ini Dan… untukku yang buta soal dunia keuangan,
    tapi jangan pakai kata2 atau kalimat yang susah ya..

    themenya bagus nih

    Makasih Mba Monda. Saran yang utama yang perlu saya perhatikan : Jangan pakai kata2 atau kalimat yang susah. 🙂

  2. Ping balik: Yuk Mulai Sekarang! « Celengan Semar

  3. Ping balik: Sebelum Mulai Memilih « Celengan Semar

  4. Ping balik: Investasi Males Ribet « Celengan Semar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s