#12.5 – Mulai Lagi

Sungkem dulu sama yang sudah baca dan mantengin blog ini.

Beberapa minggu kemaren gw teralihkan dengan kegiatan di dunia nyata, life happens.
Dan salah satunya membaca ebook yang berseri dan selese dalam waktu seminggu. Karena kalo itu gak dilakukan gw bakalan terjebak antara gak konsen kerja dan gak konsen ngeblog. One thing at a time. *kemudian dilempar kalkulator beras segede talenan*

Maaf beribu maaf. *nyengir segede kuda*

Setelah dua mingguan ga nulis di sini jadi bingung mau mulai darimana lagi nih.

Selama ini gw getol bilang ayok jadi investor, yuk investasi dan blablablabla di sini yang mungkin udah pada bosen dengernya, tapi kok ga pernah ngebahas investasi itu bisa di mana aja sih? Masa di reksadana doangan. Ada yang mikir gitu gak?

Ada lah ya…

Makanya di akhir tahun yang indah ini mau bikin postingan tentang penjelasan instrumen investasi. Terutama yang berhubungan dengan paper asset. Investasi di surat berharga.

Eits tapi pembahasannya sih bakalan dengan cara ngomong gw ya dan sebatas pemahaman gw.

Kalo menurut gw investasi dibagi ke kategori berikut ini:

  1. Sektor Riil
  2. Paper Asset/Surat Berharga
  3. Benda Seni
  4. Properti
  5. Logam Mulia

Ada yang mau nambahin?

Yang mau gw bahas sih yang paper asset aja kali ya. Tapi sekali lagi gw bahasnya sesuai pengetahuan dan bahasnya sesuai dengan bahasa gw. Pusing kalo sampe harus ngejelasin theoretically.

Apa aja yang mau dibahas? ga jauh-jauh kok, ntar bakal tentang saham, obligasi, deposito.

Iklan

Sebelum Mulai Memilih

Ngerencanain keuangan erat hubungannya sama investasi. Cuman, seperti yang pernah gw tulis sebelumnya, inti dari perencanaan keuangan sebenernya gimana ngatur arus duit kas. Seperti yang pernah gw tulis sebelumnya, pertama kali mending kalo lacak dulu semua pengeluaran. Setelah arus kas lancar, baru deh dana yang ada bisa kita alokasikan buat investasi. Semakin cepat dimulai semakin bagus.

Pertanyaan berikutnya setelah kapan sebaiknya mulai yang sering gw terima adalah “Gw sebaiknya investasi di mana?

Ngejawab pertanyaan ini gak bisa langsung dengan memberikan satu produk sebagai solusi. Buat bisa ngejawab ini, sebaiknya kudu bisa jawab beberapa pertanyaan di bawah ini dulu. Yak, pertanyaan itu bakal gw jawab dengan pertanyaan. 😀

Baca lebih lanjut

Kenapa Investasi?

Sejak dulu, saya (dan pastinya kita semua) sudah dibiasakan oleh orang tua untuk menabung. Mulanya dari menyisihkan sebagian uang jajan atau uang saweran dari sanak saudara saat lebaran dan menyimpannya di celengan, kemudian mulai diperkenalkan dengan tabungan di bank ketika sudah beranjak dewasa.

Hingga baru-baru ini, cuma itu bentuk perencanaan keuangan yang saya pahami. Menabunglah, dari sana nanti kamu bisa mendapatkan (baca: membeli) apa yang kamu inginkan.

Kemudian suatu hari, di tengah-tengah suatu perbincangan ngalor ngidul tanpa arah dengan seorang kawan, ndilalah topik investasi pun muncul. Kalo nggak salah, waktu itu dia tanya, “Gak tertarik buka reksadana, O?” Hah? Aku pun terperangah.

Terus terang, waktu itu image reksadana bagi saya agak negatif lantaran beberapa waktu sebelumnya marak diberitakan para pemilik reksadana kesulitan me-redeem reksadana yang sudah mereka miliki. Beresiko tinggi–gambaran itu yang tertanam dalam pikiran saya, dan alhasil bikin malas untuk mikirin (apalagi mengambil langkah-langkah) investasi. Baca lebih lanjut