Investasi Males Ribet

Hola a todos. ¿Como estan?

Jadi, apakah kamu sudah menentukan jenis risiko yang bisa kamu tanggung dalam berinvestasi? Apakah kamu juga sudah tahu tujuan dan besar investasi yang bakal kamu lakukan?
Setelah punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas, maka kurang lebih kamu bakal punya gambaran untuk menentukan jenis investasi yang bisa kamu ambil.
Jelas nggak mungkin untuk menjelaskan semua jenis investasi yang ada saat ini, untuk sekarang mungkin saya cuma mau sharing soal apa saja sih yang sudah saya lakukan hingga saat ini. Setelah menimbang mengingat dan memperhatikan, diikuti dengan puasa mutih selama 7 hari 7 malam dan bertapa di lereng Gunung Semeru (*dinarasikan dengan suara Ferry Fadly atau Maria Oentoe * *siapa mereka?* *gak ada yang kenal kayaknya* T___T), akhirnya saya memutuskan bahwa risiko investasi untuk saya adalah moderat. Nggak segitu parnonya kalau nilai investasi turun, tapi juga masih belum berani untuk terlalu berspekulasi.
Saya pernah baca di suatu tempat, dalam berinvestasi berlaku nasihat “Don’t put your eggs in one basket.” Telur itu adalah dana yang kita ingin investasikan, sedangkan keranjang adalah instrumen investasi yang kita pilih. Untuk itu, saya taruh telur-telur itu ke dalam beberapa keranjang. Selain itu, sebagai pemalas (diucapkan dengan bangga) saya juga males ribet jadi saya pilih juga keranjang-keranjang yang gampang diperoleh. Berikut ini diantaranya…

 

Deposito
Bikin deposito itu gampang sekali, bisa dilakukan di cabang bank tempat kita biasa menabung. Walaupun tingkat return yang bisa kita peroleh tidak terlalu besar, tapi deposito termasuk sarana investasi yang aman karena kalau sampai terjadi apa-apa di kemudian hari, dana kita ditanggung oleh pemerintah.
Selain itu, deposito juga mudah untuk dicairkan tetapi tidak bisa sembarangan kita ambil seperti kalau dana kita ada di tabungan biasa. Apalagi sekarang sudah pada punya kartu debet kan? Selama masih ada dana nyisa di tabungan, pasti godaan untuk main gesek kartu sulit ditahan (true story. *hiks).
So, bagi saya deposito ini lebih berfungsi sebagai tabungan yang agak sulit dipakai tapi gampang dicairkan saat benar-benar dibutuhkan. Istilah kerennya: dana darurat.

 

Emas
Menurut saya investasi emas itu bikin lega karena barangnya bisa kita pegang dan tren nilainya selama ini memang selalu naik dari waktu ke waktu. Tapi karena barangnya bisa kita pegang, ada drawbacknya juga nih, kita harus menyediakan tempat yang benar-benar aman untuk menyimpan logam mulia tersebut.
Untuk beli emas, kita bisa pilih ukuran yang kita mau, jadi bisa disesuaikan dengan ketersediaan dana kita juga. Mau beli 10 gram, 10 ons, 10 kg, 10 ton? Monggooo…

 

Reksadana
Ini termasuk jenis investasi yang baru bagi saya. Seperti yang pernah saya singgung sedikit dalam artikel Kenapa Investasi, awalnya saya pikir reksadana itu risikonya tinggi, ribet, dan nggak banget. Tapi dengan makin banyaknya informasi yang saya baca dan dengar, reksadana ini ternyata not bad juga. Tingkat return-nya relatif tinggi dengan memperhitungkan inflasi. Apalagi dengan perbaikan sistem yang ada, kemudahan bagi kita untuk membeli, untuk tahu nilai investasi kita sekarang, saya pikir nggak ada salahnya untuk dicoba. Belinya nggak perlu susah-susah, cukup ke bank terdekat yang jualan reksadana. Jadi saya pun taruh telur-telur itu sebagian di reksadana pendapatan tetap, sebagian lagi di reksadana saham.
Segitu dulu pembahasan tentang beberapa pilihan investasi dari saya. Belum mendalam memang, karena nantinya berbagai instrumen investasi ini akan dibahas satu per satu, tidak lupa pembahasan tentang kenapa kita perlu memperhitungkan inflasi dalam berinvestasi.
Hasta luego.
@aghla
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s