#11 – Reksadana

Waktu baca pertama kali tentang reksadana gw clueless. Kerja di bank dan yang gw tahu waktu itu cuma produk bank (giro, tabungan dan deposito) yang semuanya dijamin sama Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) sampe nilai Rp. 2 Milyar selama simpanan memenuhi syarat-syarat penjaminan (salah satunya suku bunga tidak melewati batas maksimal yang dijamin LPS. Jadi ati-ati kalo ada bank yang nawarin bunga bank tinggi banget.

Dijamin di sini maksudnya kalo banknya bangkrut bakalan diganti sama LPS yang notabene pemerintah.

Reksadana dan Sejuta Janji Manisnya

Gw tahu reksadana ini awalnya karena nasabah cerita dia dapet bunga gede dengan nama tertentu (nama salah satu produk reksadana). Kebiasaan waktu itu, gw ga mau kalah pinter sama nasabah. Maka browsinglah dengan modal awal keyword nama produk demi menjaga image pinter di depan nasabah. Lupa sih nama produknya tapi waktu itu artikel yang gw dapet cerita kalo bunganya di atas rata-rata bunga deposito dan atas bunga (yang belakangan gw tahu correct termnya adalah kupon) tidak lagi kena pajak.

Produknya reksadana pasar uang.

Tentang pajak, atas bunga deposito dikenakan bunga 20%. Jadi kalo di bank dibilang dapet bunga 5,5% per tahun untuk deposito, bersih yang diterima kalo gw simpen duit di deposito sebenernya efektif sebesar:

5,5% x (1-20%) = 4,4%

Belum lagi ditambah biaya materai waktu pembukaan dan pencairan deposito. Jadi return deposito kenyataannya kecil banget, apalagi kalo dibanding ama inflasi.

Balik ke reksadana, semakin dicari, semakin banyak info yang muncul, ternyata ada beberapa produk lain yang “menjanjikan” return gak cuma belasan tapi puluhan persen. Tapi janji itu didasarkan pada kinerja historical.

Gw tanya temen-temen di cabang, beberapa ada yang inget kejadian tahun 2005 ketika pasar reksadana amblas dan nilai investasi di reksadana turun sampai hanya tinggal kurang dari 50% (kemungkinan besar reksadana saham) di mana waktu itu pegawai bank menjual reksadana dengan “menjanjikan” return pasti tanpa menjelaskan hasil yang diperoleh berdasarkan data lampau, bukan kemungkinan di masa depan.

Krisis dan Kenyataan

Akibat kejadian tahun 2005, banyak nasabah reksadana merasa tertipu, merasa dana yang mereka simpen jadi hangus tanpa tahu sebabnya. Saat itu pegawai bank menjual reksadana sama seperti menjual produk bank mereka dengan menjanjikan return yang lebih tinggi. Banyak tuntutan hukum dan kejadian menyedihkan lainnya membuat nasabah dan pegawai bank penjual trauma memasarkan lagi reksadana.

Peraturan dibuat lebih ketat, penjual reksadana harus punya lisensi Wakil Agen Penjual Reksadana (WAPERD).

Dari hasil browsing dan baca-baca ketentuan tentang reksadana beberapa hal yang gw catet sebelum gw jelaskan ke nasabah dan meyakinkan diri gw kalo mereka tahu sebelum beli reksadana antara lain:

  • Bukan Produk Bank
    Yes, reksadana bukanlah produk bank dan tidak dijamin oleh LPS. Pemilik produk ini adalah manajer investasi, sebut aja Danareksa, Schroeder, Mandiri Manajemen Investasi dan beberapa nama lain.Makanya untuk beli reksadana seseorang kudu tahu inside out mengenai risikonya. Istilahnya buy on your own risk lah ya.
  • Posisi Bank Hanya Sebagai Penjual
    Seperti disebutkan di poin sebelumnya, reksadana bukan produk bank, tapi kenapa orang bisa beli reksadana di bank? Karena di sini bank hanya berperan sebagai agen penjual.
    Kayak beras lah, Ibu gw bukan petani, tapi punya toko yang jualan beras karena cuman sebagai agen penjual. Perkara barangnya bagus ato ngga ya bukan tanggung jawab penjual, jadinya tergantung pembeli mau beli apa nggak. Sebagai penjual ya Ibu hanya menyampaikan berasnya rasanya gimana, warnanya apa dan sebagainya.
    Reksadana pun gitu, bank kudu menyampaikan semua informasi terkait, siapa yang punya produk, berapa imbal hasilnya, berapa biayanya, apa risikonya. Di sini bank hanya sebagai agen penjual reksadana dan pegawainya yang sudah dapet sertifikasi disebut waki agen penjual reksadana (waperd) seperti yang gw singgung di awal tadi.
  • Produk Pasar Modal
    Kalo gitu bedanya apa sama tabungan, deposito dan giro selain pemilik produk bukan bank? Well, kalo produk bank konvensional kan memang fungsinya untuk menghimpun dana masyarakat oleh bank dan disalurkan kembali melalui kredit.
    Kalo reksadana, dana dikumpulkan melalui manajer investasi untuk diinvestasikan/membiayai permodalan perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui instrumen pasar modal.Instrumen pasar modal apa aja? Di antaranya saham dan obligasi.
    Kedua jenis instrumen investasi inilah yang dijadikan basis pembentukan reksadana. Karena sifat dasar instrumen pembentuknya yang memang tidak dapat dipastikan imbal hasilnya untuk saham dan obligasi yang terekspos pada perubahan harga jual beli, reksadana juga memiliki risiko naik turunnya nilai investasi akan tetapi risiko ini juga datang dengan potensi keuntungan yang relatif lebih baik dibanding dengan produk bank yang bahkan tidak dapat menyamai nilai inflasi.
    Tidak semua nilai investasi reksadana dapat turun lebih kecil dibanding nilai awal, tapi mungkin better kalo dibahas di postingan lanjutan tentang jenis reksadana tersendiri aja kali ya.Oiya reksadana ini kemudian dijual dalam satuan unit dan harganya ditentukan berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB) harian.
  • Prinsip Jual Beli
    Karena reksadana merupakan produk pasar modal, keuntungan terbesar diharapkan dari pertambahan NAB kecuali reksadana pasar uang. Seperti umumnya jual beli, kita pasti mau beli di harga rendah dan jual di harga tinggi.

    buy low sell high

    Jadi kalo sampe denger harga reksadana lagi naik, coba tanya dulu naiknya seberapa banyak, apa emang bisa naik lagi, kalo yakin harganya cukup rendah beli, kalo naik dan sudah sesuai target, jual. Jangan ikut-ikutan kalo harga naik rame-rame beli eh pas harga turun panik trus langsung jual.
    Pasti rugi kan?

  • Fee Jual dan Beli dan Waktu Efektif Dana
    Satu lagi, kalo jual beli reksadana, akan ada fee yang dibebankan ke customer waktu melakukan transaksi jual dan transaksi beli. Besarnya berapa akan sangat tergantung tipe reksadana dan juga produknya tapi fee tersebut berkisar antara 0-2% dari nominal transaksi. Kecil kok.Dan ohya yang ga kalah pentingnya, kalo mau cairin reksadana kudu agak lebih sabar menanti karena umumnya pencairan reksadana perlu dua ato tiga hari kerja untuk dana bisa efektif di rekening

Waktu tahun 2008-2009 pas krisis keuangan kembali menghantam dunia dan Indonesia juga terseret imbasnya, nasabah gw yang sebelumnya menempatkan dana di unitlink yang dijual sama anak perusahaan tempat gw kerja gw sarankan nyoba reksadana saham karena harganya yang ancur-ancuran. Waktu itu harga emang lagi terjun bebas. Nasabah gw heran kok malah gw sarankan masuk di saat harga turun, ngikutin prinsip tadi, buy low sell high. Sekarang dia jadi pelanggan pembelian reksadana di cabang itu.

Ya ada risiko investasi di reksadana, tapi dengan mempelajari dan mencari informasi sebanyak-banyaknya, reksadana bisa jadi alternatif penempatan dana dan investasi yang menguntungkan.

PS: Gw potong di sini untuk postingan awal reksadana ya. Kepanjangan kalo mau diterusin dengan jenis dan cara belinya.

Iklan

15 thoughts on “#11 – Reksadana

  1. Ping balik: Pertemuan Singkat « danikurniawan

  2. Saya sudah lama invest di reksadana, karena memang adik saya kerja di salah satu bank swasta, jadi saya tinggal kasih uangnya kedia, dan tiap bbrp bulan sekali saya dapat laporannya. Kalau pas tinggi saya jual sebagian, pas rendah beli. Pas kapan (lupa) sempat ngerasain dapat dua kali lipatnya :D.

  3. asik, akhirnya dapet pencerahan juga.. bahasa artikelnya bener2 mudah dimengerti.. padahal biasanya aku puyeng kalau baca artikel keuangan gini, bahasanya terlalu tinggi..

    jadi makin minat invest di reksadana.. ditunggu lho postingan selanjutnya, penasaran ni

  4. Nyasar kesini gara2 liat link di blog mu yang satu lagi…. lagi menimbang2 untuk bikin(buka) reksadana juga… tapi bingung… jadi blogwalking kesana kemari dengan kata kunci reksadana… *bukmark*

    • Kalo forex bener-bener dipengaruhi supply and demand Mba Esti. Kalo memang bisa mengamati langsung kondisi makro dan mikro main di forex bisa untung gede. Tapi karena sifat pasar dunia yang bukanya gantian selama 24 jam, pergerakan forex juga ga pernah berhenti. No one can predict. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s