#10 – Kebutuhan yang Pasti Datang

Pensiun

Apa yang ada di otak gw waktu mikir pensiun diantaranya: masih lama, bahagia, berkualitas, keliling ke rumah anak-anak, dan yang terpenting sehat. Untuk bisa mendapatkan bayangan itu gw kudu persiapkan dari sekarang, tapi pikiran kalo pensiun masih lama bikin gw ga terlalu ngerasain urgency untuk nyiapin dana pensiun ini.

Padahal kenyataannya, dana pensiun adalah dana yang persiapannya ga bisa ditunda-tunda lagi dan menempati prioritas pertama setelah dana darurat telah ada, ato bahkan kalo bisa disiapinnya barengan dengan nyiapin dana darurat.

Sad to say but old age is coming for sure. And when you are considered old enough that you are no longer productive, you will have to retire.

Pensiun Impian

Seperti yang gw sebutkan di awal, waktu pensiun, gw pengennya masih bisa mempertahankan gaya hidup gw yang sekarang. Paling ga kalopun turun ga jauh-jauh amat lah ya. Gw pengen masih bisa makan di luar paling ga seminggu sekali, jalan-jalan bareng Bul dan menikmati waktu berdua, berkunjung ke Aaqil dan keluarganya, kirim-kirim kado buat temen-temen yang ultah dan lain sebagainya dan seterusnya.

Selain itu, gw juga pengen masa pensiun gw bisa sehat wal-afiat dan tak kurang suatu apapun.

Dana Pensiun

Untuk bisa mendukung keinginan pensiun gw yang indah itu, tentu aja gw kudu siapin dari sekarang. Gw ama Bul punya cita-cita buat melepaskan Aaqil dari belenggu generasi sandwich. Gw ga pengen anak ntar harus ikut menanggung kehidupan kami. Sounds familiar? Yakarena ini juga udah banyak diomongin sama financial planner kondang itu juga.

Tapi bener deh, masa sih kita pensiun mengharapkan bantuan dari anak? Kita yang sekarang gagah menerjang segala hambatan dan rintangan hidup sekarang ini masa mau minta ke anak kita. Iya kalo mereka beruntung dan bisa membiayai, kalo ngga? Kasihan kan? Dan dari mana lagi gw bisa dapet dana buat ngebiayain pensiun gw?

Beda dengan biaya pendidikan, meskipun penting untuk disiapkan, masih ada beberapa alternatif pembiayaan ketika dana yang dibutuhkan belum siap, beasiswa misalkan. sedangkan pensiun, apakah ada yang mau membiayai kita? Makdarit, gw kudu nyiapin dana pensiun sendiri. Cara hitungnya sederhana aja sik sebenernya.

  1. Hitung kebutuhan hidup selama setahun
  2. Hitung nilai nomor satu untuk ketika gw pensiun, future value dari kebutuhan hidup gw 25 tahun mendatang
  3. Kalikan jumlah itu dengan jumlah tahun harapan hidup gw selama pensiun
  4. Bawa nilai total ke masa sekarang, present value kan
  5. Cari instrumen investasi yang tepat

Instrumen

Karena dana pensiun umumnya dibutuhkan untuk jangka waktu yang masih relatif lama, investasi dana pensiun ini bisa dialokasikan ke instrumen-instrumen yang tingkat risikonya relatif lebih tinggi dengan imbal hasil yang lebih agresif.

Beberapa di antaranya reksadana saham, investasi direct ke saham dan bahkan kalau memang pengusaha, bisa dengan menginvestasikan ke dalam usahanya dengan tentunya mengalokasikan porsi dana darurat dan kebutuhan lainnya. Usaha yang sukses bahkan mungkin mendatangkan nilai pengembelian yang jauh lebih besar dari investasi di aset kertas.

Kalo gw bekerja, apakah dana pensiun dari tempat kerja mencukupi untuk membiayai masa pensiun gw nanti? Tergantung dari seberapa banyak iuran bulanan yang ditabungin dan seberapa agresif dana gw dikelola tapi setahu gw setelah dibikin itung-itungan kemaren kok ya ternyata kurang banyak ya. Huahahaha.

So, save and invest more will never hurt our (future) self kan?

PS: draft ini ternyata selese jauh lebih dulu dibanding draft reksadana.

@danirachmat

Iklan

2 thoughts on “#10 – Kebutuhan yang Pasti Datang

  1. “Gw pengen masih bisa makan di luar paling ga seminggu sekali, jalan-jalan bareng Bul dan menikmati waktu berdua, berkunjung ke Aaqil dan keluarganya, kirim-kirim kado buat temen-temen yang ultah” terharu ngebayanginnyaaaa….aku juga pengen 🙂

  2. Ping balik: #14 – It Should Start Within | Celengan Semar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s