Investasi Males Ribet

Hola a todos. ¿Como estan?

Jadi, apakah kamu sudah menentukan jenis risiko yang bisa kamu tanggung dalam berinvestasi? Apakah kamu juga sudah tahu tujuan dan besar investasi yang bakal kamu lakukan?
Setelah punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas, maka kurang lebih kamu bakal punya gambaran untuk menentukan jenis investasi yang bisa kamu ambil.
Jelas nggak mungkin untuk menjelaskan semua jenis investasi yang ada saat ini, untuk sekarang mungkin saya cuma mau sharing soal apa saja sih yang sudah saya lakukan hingga saat ini. Setelah menimbang mengingat dan memperhatikan, diikuti dengan puasa mutih selama 7 hari 7 malam dan bertapa di lereng Gunung Semeru (*dinarasikan dengan suara Ferry Fadly atau Maria Oentoe * *siapa mereka?* *gak ada yang kenal kayaknya* T___T), akhirnya saya memutuskan bahwa risiko investasi untuk saya adalah moderat. Nggak segitu parnonya kalau nilai investasi turun, tapi juga masih belum berani untuk terlalu berspekulasi.
Saya pernah baca di suatu tempat, dalam berinvestasi berlaku nasihat “Don’t put your eggs in one basket.” Telur itu adalah dana yang kita ingin investasikan, sedangkan keranjang adalah instrumen investasi yang kita pilih. Untuk itu, saya taruh telur-telur itu ke dalam beberapa keranjang. Selain itu, sebagai pemalas (diucapkan dengan bangga) saya juga males ribet jadi saya pilih juga keranjang-keranjang yang gampang diperoleh. Berikut ini diantaranya… Baca lebih lanjut
Iklan

Konservatif, Moderat ato Agresif?

Kalo misalkan dana yang lu simpen di investasi reksadana saham buat lets say 10 tahun lagi nilainya tiba-tiba turun jadi 50% nilai awalnya. Gimana perasaan lu dan apa yang bakalan lu lakukan?
-pertanyaan.

Nyambung dari postingan tentang sebelum mulai memilih investasi di mana, gw sempet singgung soal tingkat penerimaan risiko yang akan menentukan jenis investasi nantinya. Pertanyaan di atas sering gw ajukan ke temen-temen yang nanya sebaiknya investasi di mana. Dan jawabannya kadang-kadang lumayan mengejutkan.

Baca lebih lanjut

Sebelum Mulai Memilih

Ngerencanain keuangan erat hubungannya sama investasi. Cuman, seperti yang pernah gw tulis sebelumnya, inti dari perencanaan keuangan sebenernya gimana ngatur arus duit kas. Seperti yang pernah gw tulis sebelumnya, pertama kali mending kalo lacak dulu semua pengeluaran. Setelah arus kas lancar, baru deh dana yang ada bisa kita alokasikan buat investasi. Semakin cepat dimulai semakin bagus.

Pertanyaan berikutnya setelah kapan sebaiknya mulai yang sering gw terima adalah “Gw sebaiknya investasi di mana?

Ngejawab pertanyaan ini gak bisa langsung dengan memberikan satu produk sebagai solusi. Buat bisa ngejawab ini, sebaiknya kudu bisa jawab beberapa pertanyaan di bawah ini dulu. Yak, pertanyaan itu bakal gw jawab dengan pertanyaan. 😀

Baca lebih lanjut

Yuk Mulai Sekarang!

An investment in knowledge pays the best interest.
Benjamin Franklin – quoted from BrainyQuote.com

@aghla kemaren nulis artike yang menarik tentang kenapa harus investasi di blog ini. Isi artikel itu kurang lebih latar belakangnya dia memutuskan buat berinvestasi. Buka linknya yah biar bisa baca lebih jelasnya. *smile*. Isi postingan itu ngingetin gw ama percakapan sama temen-temen gw SMP dan SMA yang jadi salah satu bahan post gw di blog pribadi  yang judulnya Libur Lebaran itu Indah.

Salah satu temen gw itu udah ada pengusaha yang sukses, sementara yang lainnya ya sama-sama kayak gw. Ada di posisi mulai menapaki karir (haiyah.. etapi beneran kan ya?), mulai keluarga baru dan mulai menata kondisi keuangan. Mereka  pada nanya yang rata-rata pertanyaannya :

Kalo mau inves bagusnya di mana? | Gimana caranya investasi? | Kapan gw harus mulai investasi?

dan pertanyaan-pertanyaan semacem itu. Gw tertarik banget buat jawab pertanyaan terakhir. Kapan harus mulai investasi. Baca lebih lanjut

Kenapa Investasi?

Sejak dulu, saya (dan pastinya kita semua) sudah dibiasakan oleh orang tua untuk menabung. Mulanya dari menyisihkan sebagian uang jajan atau uang saweran dari sanak saudara saat lebaran dan menyimpannya di celengan, kemudian mulai diperkenalkan dengan tabungan di bank ketika sudah beranjak dewasa.

Hingga baru-baru ini, cuma itu bentuk perencanaan keuangan yang saya pahami. Menabunglah, dari sana nanti kamu bisa mendapatkan (baca: membeli) apa yang kamu inginkan.

Kemudian suatu hari, di tengah-tengah suatu perbincangan ngalor ngidul tanpa arah dengan seorang kawan, ndilalah topik investasi pun muncul. Kalo nggak salah, waktu itu dia tanya, “Gak tertarik buka reksadana, O?” Hah? Aku pun terperangah.

Terus terang, waktu itu image reksadana bagi saya agak negatif lantaran beberapa waktu sebelumnya marak diberitakan para pemilik reksadana kesulitan me-redeem reksadana yang sudah mereka miliki. Beresiko tinggi–gambaran itu yang tertanam dalam pikiran saya, dan alhasil bikin malas untuk mikirin (apalagi mengambil langkah-langkah) investasi. Baca lebih lanjut

Kenapa Celengan Semar?

Semar Wayang Jawa

Kenapa blog ini pake nama Celengan Semar? Postingan pertama di blog ini bakalan ngebahas mengenai alasan kenapa dipilih nama “Celengan Semar”. Kami ngga akan langsung ngebahas soal investasi, asuransi dan lain sebagainya. Well, mungkin sudah banyak juga yang ngebahas itu di luar sana.

Paling gak kami pengen berbagi latar belakang pembuatan blog ini.

Gambar kami ambil dari Wikipedia tentang Semar.

Merencanakan Keuangan itu Sederhana

Merencanakan keuangan mestinya sederhana. Ga rumit. Kami pengen dengan sharing di sini, banyak orang bisa mempelajari gimana perencanaan keuangan itu. Kami pengen berusaha untuk berbagi dengan istilah-istilah sederhana yang semua orang ngerti.

Selain itu, kami pake nama Celengan Semar biar semua orang inget kalo merencanakan keuangan semudah nabung di celengan semar. Trus kenapa kami pake nama Celengan Semar? Kenapa kok ngga piggy bank? Sederhana aja, karena kami pengen bikin blog soal perencanaan keuangan buat orang Indonesia, buat lu dan gw yang mungkin menghadapi masalah-masalah ngatur keuangan pribadi yang kurang lebih sama. Kalo orang bule kan gw gatahu ya kayak gimana mereka merencanakan keuangan mereka. 😀 Baca lebih lanjut