#15 – Saham (Dalam Bahasa Gw)

Disclaimer: Postingan ini ngebahas pemahaman gw yang dasar banget dari saham, bahkan bisa dibilang lebih rendah dari dasar kali ya.

Dapet dua pertanyaan tentang saham. Weellll, I’m not an expert in this particular field. I know only a liiiitle bit about it in matter of fact.

Daripada gw lupa pengetahuan gw yang dikit itu mendingan gw sharing aja kali ya di mari.

Di pemahaman otak gw, yang pasti saham adalah bentuk kepemilikan sebuah perusahaan. Perusahaan yang mana? Ya yang sahamnya gw beli lah. Either itu belinya lewat bursa atau perusahaan private yang gw beli lewat penyertaan modal langsung atau gw beli dari pemegang saham awalnya secara langsung.

Jadi pas seseorang beli saham, ya berarti dia emang beli kepemilikan perusahaan secara langsung.

Keuntungan dan Risiko

Selama ini sepemahaman gw transaksi jual beli saham bisa memberikan keuntungan yang luar biasa besar. Benarkah begitu? Well, Warren Buffet sih gitu, dan juga banyak orang yang lain. Paling ga keuntungan berinvestasi di saham ada dua yang paling kelihatan:

  1. Keuntungan Dividen

    Sewaktu beli saham, kita beli perusahaan. Sebagai pemilik perusahaan, kita akan mendapatkan untung kalau perusahaan kita untung. Namapun punya perusahaan ya, kalau kita sendiri mendirikan perusahaan, trus perusahaan kita untung, pasti ada sebagian keuntungan yang akan kita ambil untuk kita sendiri.

    Sama dengan konsep itu, perusahaan yang sudah menjual sahamya secara terbuka, kalau perusahaannya untung, akan membagikan sebagian keuntungannya kepada pemilik sahamnya dalam hal ini para pemegang saham. Berapa besar keuntungan yang dibagikan kembali kepada pemilik sahamnya? Well, tergantung kondisi dan rencana perusahaan kedepan sih.

    Biasanya kalau perusahaan sudah mature dan jadi penguasa pasar, mereka akan bagikan deviden dengan proporsi yang lebih besar karena biasanya rencana ekspansi mereka lebih terbatas.

    Berbeda dengan perusahaan lebih kecil yang dalam tahap perkembangan yang membutuhkan banyak dana untuk ekspansi, perusahaan yang lebih kecil, biasanya akan menahan keuntungan mereka untuk dipergunakan bagi rencana pengembangan bisnisnya. Pemegang saham biasanya tidak akan mendapatkan dividen yang mereka harapkan. Lalu dari mana keuntungan bisa didapatkan? Dari kenaikan harga saham.

  2. Keuntungan Kenaikan Harga

    Kalau dividen dari sebuah perusahaan tidak bisa diharapkan karena sudah terserap untuk rencana ekspansi, biasanya investor yang membeli saham dari perusahaan jenis ini mengharapkan keuntungan dari pergerakan harga.

    Karena yang diharapkan keuntungan dari pergerakan harga, biasanya yang suka dikoleksi adalah saham-saham perusahaan yang likuid dan cukup volatile (haiyaaaaah apa pula ini). Maksud gw, harganya bisa swing naik turun dengan lumayan dahsyat.

    Etapi ada juga kok investor yang melihat perusahaan dalam prospek long run nya. Mereka melihat sebuah perusahaan yang mungkin ga memberikan deviden yang menarik dengan pergerakan harga yang begitu aja pada suatu periode, tapi in the long run prospeknya bagus. Mereka beli murah dan kemudian untuk disimpan dalam jangka waktu lama karena prospek usaha memang bagus.

Risikonya kalo kita beli saham? Well, yang pasti sih kalo perusahaan yang dibeli rugi dan nilai perusahaannya hancur, harganya sahamnya sudah pasti terjun bebas. Ga ada jaminan terhadap uang yang kita simpan. Buy at our own risk. Ekstrimnya, kalo harga sahamnya terjun bebas sampai Rp 0 per lembar saham ya uang kita akan hilang. Tapi, selama perusahaan tersebut beroperasi dan ada kemungkinan untuk harga naik lagi, selama kita belum jual saham tersebut, ya ruginya masih potensial rugi. Belum bener-bener rugi. Tapi kok ya rasanya susah ya kalo perusahaan harga sahamnya sudah jatuh terjun bebas bisa kembali lagi.

Jadi pengertian dasar gw tentang saham sih begitu ya. Kalo mau trading? Banyaak yang kudu dipelajari kayaknya ya. Gw sendiri belom trading saham karena masih terikat ketentuan di tempat gw kerja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s