#8 – Dana Darurat

menunggu

Dana darurat bisa berfungsi sebagai bantalan keuangan yang memperkecil rasa sakit –financially– ketika terjadi peristiwa luar biasa yang berakibat pada cashflow seseorang/keluarga.

Apa dan Kenapa

Namapun dana darurat ya, sesuai namanya dana ini adalah adana yang dikumpulin buat jaga-jaga kalo ada kejadian luar biasa yang bersifat darurat dan urgent. Uang yang tersimpan di pos dana darurat ini mestinya anteng ga diutak-atik dalam kondisi apapun yang sifatnya tidak darurat.

Kenapa dana darurat ini penting, karena tanpa adanya dana darurat bisa jadi uang yang tersimpan di pos-pos lain akan tersabotase kalau terjadi sesuatu di luar pengeluaran yang sudah dianggarkan terjadi (pembahasan juga dapat dilihat di postingan #7 – Mana Dulu?).

Dipakai Untuk Apa?

Tujuan utama dibentuknya dana darurat adalah agar supaya dana yang dialokasikan di pos-pos pengeluaran lain tidak terganggu ketika kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Kalo begitu kejadian semacam apa yang diantisipasi pembentukannya dengan dana darurat?

Dalam kasus gw yang notabene seorang pekerja ato mungkin pengusaha beberapa kejadian berikut butuh tercover oleh dana darurat:

  • Kehilangan Pekerjaan. Tujuan paling utama dialokasikannya dana darurat ini adalah untuk memastikan kalo suatu saat entah karena sebab apapun, sumber penghasilan dalam keluarga kehilangan pemasukan, entah dalam bentuk di PHK, perusahaan tempat bekerja bangkrut dan sebagainya. Atau kalo sumber penghasilan dari pengusaha, ketika sakit dan ga bisa menghasilkan uang, dana darurat bisa dijadikan sumber pembiayaan kebutuhan sehari-hari selama sakit selain. Kalo ada asuransi kesehatan? Pembayaran asuransi kan untuk cover biaya pengobatan selama sakit.
  • Bantuan keluarga. Buat gw dan mungkin banyak orang seumuran gw, kondisi hidup dalam sebagai sandwich generation membuat terkadang mau ga mau kita harus bantu Saudara atau keluarga yang mungkin seharusnya bukan tanggung jawab kita sementara kita masih harus support keluarga dan kehidupan kita sendiri. Kalo misalkan suatu saat mereka mengalami kejadian yang ga bisa minta lagi bantuan ke siapapun dan cuman kita yang bisa bantu, dana darurat ini bisa jadi salah satu alternatif uang yang kita pakai.
  • Membantu kekurangan dana akibat salah perhitungan di awal. Kalau misalkan gw alokasikan suatu jumlah tertentu untuk suatu tujuan di masa depan, ternyata perhitungan gw meleset dan ada perbedaan, dana darurat bisa dipakai buat menutupi. Tentu saja mestinya perbedaan hitungannya juga seharusnya ga jauh-jauh banget.
  • Kehilangan barang yang memang diperlukan, misal handphone, huahahaha. Cencunyaaah kalo kehilangan handphone dan memang ga dialokasikan sebelumnya ya jangan langsung upgrade handphonenya dong ya. Jangan aji mumpung. Yang hilang iphone 4s eh gantinya langsung pake dana darurat untuk beli iphone 5 ditambah ipad mini. Jangan gitu ya *selfnote dan selftoyor*
  • Kasus-kasus lain yang memang belom dialokasikan posnya sama sekali. Pasti banyak deh kejadian gini. Salah satu contoh kasus gw adalah kudu bayar harga kosan yang tiga kali lipat kosan lama karena diusir ama ibu kos. Huahahaha. Jadi kebayang kan ya apa aja? šŸ˜€

Besarnya berapa?

Pertanyaan ini menurut gw tricky. Karena bisa jadi berbeda untuk setiap orang.

Kalo dilogika dari tujuan utama awalnya untuk membiayai pengeluaran ketika kehilangan sumber pemasukan untuk sementara, jadi sebaiknya besarnya dana darurat itu sama dengan nilai pengeluaran selama tidak berpenghasilan. Ukuran standar adalah 3 kali nilai penghasilan untuk satu orang. Kenapa 3 kali dan kenapa dari penghasilan?

Tiga Kali

Tiga kali bukan nilai harga mati, logika ditetapkannya tiga kali dari penghasilan adalah rata-rata orang mencari kerja, proses interview, offering signing, dan lanjut kerja adalah sekitar 3 bulanan.

Kalo dalam kasus gw kemaren proses interview sih sekitar 2 bulanan meskipun waktu tunggu dari pertama kali masukin cv hampir setahun. Tapi proses wawancara sampe gw signing kontrak sekitar 2 bulanan. Setelah itu masih ada periode one month notice. Jadi total 3 bulan. Kondisi waktu itu sih masih kerja di tempat lama dan proses one month notice pun masih terima gaji, jadi dana darurat ga terlalu dibutuhkan.

Beda cerita kalau misalkan harus melalui proses PHK dulu, selama proses 3 bulan tadi ga ada income dan dana darurat bisa menggantikan income yang hilang.

Kondisi ini sebaiknya disesuaikan dengan masing-masing bidang industri pekerjaan tiap orang. Tapi minimal yang kudu disiapin adalah 1 bulan penghasilan, kenapa? At least kalo prosesnya cepet banget pun, perusahaan yang mau memperkerjakan juga butuh buat menyiapkan paperwork dan kalopun itu bisa lebih cepet, paling ga sebelum bisa bener-bener terima gaji kita kudu kerja dulu sebulan. Karena kalo kurang dari sebulan, gaji di tempat baru akan di pro rata dan belum tentu nilai proporsional itu cukup untuk membiayai pengeluaran sebelum gajian berikutnya.

Kalo dua orang menikah tanpa anak gimana? Ya gampang, tambahkan aja 3 bulan untuk tambahan satu orang ini, jadi paling ga 6 bulan penghasilan bulanan karena pengeluaran juga jadi dua kali. Begitu seterusnya.

Kenapa dari penghasilan?

Pengeluaran seharusnya ga pernah lebih besar dari penghasilan kan? Kalo itu yang kejadian -pengeluaran lebih besar dari penghasilan- sebaiknya perbaiki dulu cashflow sebelum menyiapkan dana darurat.

Pengeluaran yang gw maksud di sini juga termasuk porsi yang dialokasikan untuk investasi, asuransi dan tabungan-tabungan yang lainnya ya. Jadi meskipun ga ada penghasilan, dana darurat bisa terus menjamin kelangsungan investasi dan perlindungan untuk tujuan kedepan.

Pertanyaan yang sering banget gw terima selanjutnya adalah dalam bentuk apa dana darurat sebaiknya. Kayaknya lebih baik kalo bahasan bentuk dana darurat ini gw sambung di postingan berikutnya aja ya. Biar ga kepanjangan di sini. Males juga orang baca ntar.

Sekian dan terima orderan financial checkup dan planning.
@danirahmat

Iklan

2 thoughts on “#8 – Dana Darurat

  1. Ping balik: Apple « danikurniawan

  2. Ping balik: #9 – Menyiapkan Dana Darurat | Celengan Semar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s