#5 – Alasan Belanja

Siapa yang tidak suka belanja? Sepertinya nggak ada ya?

Eh siapa bilang, saya paling nggak suka nemenin istri/pacar saya shopping keliling mal.

Saya kalau sudah suka sama satu barang pasti langsung dibeli tanpa perlu keliling dari ujung ke ujung untuk cari barang lain yang lebih bagus/murah.

Hmmm, tapi tetap dibeli juga barangnya kan? Atau suka kalap kalau lihat-lihat barang-barang lucu di toko online juga kan? Atau cuma ngantar teman belanja aja sih, tapi ujung-ujungnya malah yang belanja paling banyak. *talk to self*.

Belanja itu memang menyenangkan. Belanja itu (menurut saya) bisa menimbulkan rasa puas diri dan sense of control. Makanya banyak orang yang bikin belanja sebagai aktivitas pelampiasan emosi, misalnya setelah diputusin pacar atau kena damprat bos. Hihihihi…

Sejak kecil sebenarnya saya dibiasakan oleh orang tua untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan saja. Jangan tergoda oleh harga murah kalau sebenarnya barang itu nggak kita perlukan, tapi kalau memang benar-benar butuh, harga berapa pun juga kita tetap beli. Oke, apakah lantas permasalahannya berhenti sampai disitu? Oh I was so wrong… Ternyata yang saya lakukan selanjutnya adalah… *jeng jeng jeng* *zoom in zoom out* mencari-cari alasan untuk membeli barang… *cengengesan*

Ketika lagi suka bikin sketsa atau ketularan kawan yang pintar melukis, di toko buku saya nggak tahan untuk gak membeli buku gambar dan alat gambar seperti milik artis-artis gambar itu, misalnya kneaded eraser, tortillon atau paper stump, charcoal dan sebangsanya, atau alat gambar bermerek seperti Derwent yang bikin ngences parah. Setelah apply membership di sebuah gym, tema belanja saya selanjutnya kalau sedang jjs adalah berbagai perlengkapan olahraga, padahal sepatu kets saya masih bisa dipakai, celana training juga gak sedikit. Waktu saya tertarik menerapkan raw food dan mengkonsumsi green smoothies dan saya pun beli banyak buku untuk bikin jus dan smoothies. Begitu seterusnya hingga saya mulai ngelihat isi kamar yang makin lama makin menggunung. Belum lagi, ternyata aktivitas yang saya lakukan tadi mandek. Hihihihi, sia-sia dong saya beli barang segitu banyak?

Sayang juga kalau barang yang sudah kita miliki jadi terbengkalai dan teronggok sia-sia. Selain makan tempat, buang-buang uang juga. Kalau mau ditotal sudah berapa banyak uang yang kita belanjakan untuk barang-barang tersebut? Mending digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting, nyicil Galaxy Note II misalnya, ditabung atau diinvestasiin, bukan? Oke, jadi ada beberapa langkah yang sekarang saya lakukan kalau godaan belanja itu muncul…

1. Bertanya pada diri kita: Apa bener kita butuh barang ini? Ciyuusss??? Miapaahh??? *dilempar panci* Beneran butuh handbag baru? Yang lama udah rusak? Enggak, warnanya gak matching dengan gaun saya nih. Well, mungkin anda memang perlu punya handbag netral yang bisa dipadupadankan dengan berbagai busana.

2. Be smart. Look around you, cari alternatif lainnya–barang substitusinya. Resep-resep masakan berjibun jumlahnya di internet, daripada beli buku masakan yang harganya mahal resep bisa kita download di internet, atau coba hubungi ibu/tante/nenek/mertua untuk meminta resep warisan keluarga.

3. Be creative and challange yourself. Daripada membeli, siapa tahu anda bisa membuatnya sendiri. Buat yang hobi fotografi, ada banyak tutorial untuk membuat sendiri aksesoris kamera daripada beli sendiri, misalnya filter bokeh. Hasil browsing tutorial bikin sketsa juga bikin saya tahu kalau kita ternyata bisa membuat tortillon sendiri. Ingat kan kalau ibu-ibu kita dulu bisa menjahit pakaian sendiri, bikin kue sendiri, menata ruangan tanpa jasa desainer… Eh, kok jadi ngelantur ini?

Baiklah, semoga artikel kami bisa menginspirasi kita semua. Untuk yang punya kiat lain, monggo dishare juga ya…

@aghla

Iklan

24 thoughts on “#5 – Alasan Belanja

  1. saya belanja mem’babi buta’ saat masih single dulu Dan! begitu married dan punya anak, langsung stop!
    Bahkan sekarang kalo lg jalan2 trus ada blus kerja yg bagus, tadinya mau beli trus langsung ga jadi hanya karena mendadak dalm pikiran ini keluar kata2 “mendingan beli susu buat anakmu!” πŸ˜€

    • Betul mba’, lihat ada uang nganggur dikit bawaannya pengen ngehabisin, apalagi kalau kebutuhannya belum banyak. Begitu kebutuhan gak habis2, jadi harus bisa bikin prioritas πŸ™‚

  2. saya dulu juga dibiasakan nggak sering belanja mbak/..beli bju aja skali setahun pas lebaran..
    ketika udah berpenghasilan sendiri…mlah keinginan saya malah membludak.. πŸ˜†
    akhir2 ini sih agak ketularan sama olshop, tapi mudah2n masih bisa di kontrol πŸ˜‰

  3. Kenapa ya baca postingan ini saya jadi teringat sama novel Confession of a Shopaholic. Memang belanja itu suka bikin ketagihan, apalagi pas pegang duit. Jangankan pegang duit gak pegang aja di rewangi kredit kok haha..

    • Hehehe iya Mbak, malah diajari budaya ngutang :). Confession of A Shopaholic memang jadi salah satu inspirasi postingannya…

  4. mak jleb …
    Aku sering jadi korban diskon. sebenarnya nggak perlu barangnya, tetapi karena merasa murah, jadi beli. Ujung-ujungnya menyesal karena sebenarnya nggak perlu barang itu πŸ˜€

  5. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Alhamdulillah kita masih diberi ALLAH SWT , nikmat umur buat menyambut Idul Adha tahun ini,
    semoga rahmat dan karunia ALLAH SWT selalu menyertai kita semua,
    selamat merayakan Hari Raya Idul Adha,
    bila ada salah dan khilaf dalam kata serta sikap selama ini, mohon di maafkan lahir dan batin.
    Wassalam

  6. saya suka gatel klo kr toko buku, pgn mborong semuanya πŸ˜€
    so tipsnya, selalu bawa uang pas, dan atm ditinggal dirumah, jadi pas di toko buku, fokus untuk cari beberapa buku keren yg harganya pas ama uang yang dibawa πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s