Pilih Investasi yang Mana?

Setelah tahu kalo konsep dasar investasi terpenting adalah gimana caranya nilai uang berkembang lebih besar dari nilai inflasi, sekarang alternatif buat investasi apa aja? Jawabannya banyak sekali sebenernya. Balik lagi tergantung profil risiko dan tambahan satu hal, waktu yang dimiliki untuk mengelola.

Menurut gw pilihan investasi itu bisa:

1. Sektor Riil/Usaha

Usaha di sini bisa aja buka warung tegal, tambal ban, jasa travel sampe perusahaan tambang. Apapun sesuai kemampuan. Denger-denger investasi dengan cara usaha bisa bikin asetnya aktif. Tapi ya itu tadi balik ke kemampuan.

Pegawai belum tentu gak bisa usaha loh. Buka warteg contohnya. Cuman karena gw sendiri juga belom punya usaha jadi gak layak gw ngomong ya. 😀

2. Aset Berbentuk
2.a. Emas

Banyak orang pasti udah tahu kalo emas bisa jadi salah satu bentuk investasi dalam bentuk barang. Banyak orang bilang kalau emas bisa memberikan keuntungan berlipat. Tapi apa bener demikian? Kudu dicermati data pergerakan harga emas dari tahun ke tahun. Kalo perlu sampe 10 atau 20 tahun ke belakang.

Yang kudu diinget sih emas itu hampir sama dengan instrumen investasi yang lain, ada risiko naik dan turunnya harga.

2.b. Properti

Nah banyak orang yang bilang kalo investasi property di Indonesia pasti bakalan naik karena orang yang berkurang tapi tanah gak nambah. Well bisa jadi bener. Gw juga ga bakalan ngomong banyak soal properti, ga ngerti soalnya.

Kalo kata orang yang (katanya) ahli properti ada 3 hal dalam investasi properti: lokasi-lokasi-lokasi.

2.c. Benda Seni

Buat beberapa orang, benda seni bisa jadi salah satu alternatif investasi yang sangat menguntungkan. Tapi mungkin bakalan bener-bener segmented ya investasi di benda seni. Harus beneran paham pasarnya gitu sih ya.

3. Aset Keuangan

Kalo aset keuangan ini biasanya disebut on paper asset. Surat berharga. Kalo menurut gw sih gampangnya dibagi aja dua:

3.a. Poduk Perbankan

Produk-produk yang dijual di bank kecuali bancassurance dan reksadana. Produk perbankan ini mulai dari giro, tabungan sampai deposito. Sebenernya kalo dilihat dari karakteristiknya yang lebih fleksibel untuk disimpan dan diambil, produk bank kasih hasil yang relatif kecil.

Yang mungkin lebih banyak dipilih orang untuk menyimpan uangnya itu deposito. Seperti yang Okti tulis tentang kebijakan investasinya.Tapi apa Deposito benar-benar bisa dijadikan sarana investasi? Kita bahas terpisah aja.

Dana yang disimpan di produk perbankan ini dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai jumlah Rp. 2 milyar.

3.b. Produk Keuangan Lainnya

Produk keuangan lainnya ini bisa diterbitkan oleh bank sebagai perusahaan atau lembaga-lembaga lain non bank. Contoh produk yang bisa masuk ke kategori ini antara lain surat hutang, saham, waran, ato juga reksadana.

Butuh satu atau lebih postingan kali ya buat ngebahas produk-produk ini.

Produk keuangan yang masuk ke dalam kategori ini sih gak dijamin sama LPS. Jadi kita kudu beneran tahu dan yakin atau paling nggak menyerahkan pengelolaan dana kita keorang yang tahu.

Ato mungkin ada produk investasi lainnya?
Jadi investasi sebenernya nggak njelimet kok. Buka usaha cuci motor juga termasuk investasi loh. Jadi tunggu apa lagi bukan? 🙂

Yuk mulai sekarang!

@danirachmat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s